Daftar Wisata Candi Yogyakarta

Rabu, 11 Juni 2014

Yogyakarta memiliki banyak tempat wisata. Salah satunya adalah situs situs candi yang banyak tersebar di yogyakarta. Begitu banyak sebarannya sehingga kita bisa membayangkan kehidupan dan budaya di masa itu. Begitu besarnya Yogyakarta. Berikut adalah daftar situs candi di yogyakarta yang wajib dikunjungi ketika di yogyakarta. Terdaftar ada 29 candi yang tersebar di seluruh yogyakarta. satu wisata menarik untuk mengetahui budaya masa lalu dari yogyakarta.

Wisata Candi di Yogyakarta, tersebar di semua kabupaten. Dengan melihat bangunan dan mengerti sejarahnya, akan membuat kita bisa berimajinasi tentang kehidupan orang orang di jaman itu. Tamasya di masa lalu. Keindahan candinya, cerita mistisnya.... masih bisa kita kagumi hingga sekarang.

Berikut adalah daftar wisata candi yang ada di yogyakarta:

Kabupaten Sleman

1.  Candi Prambanan
Kompleks candi ini terletak di kecamatan Prambanan, Sleman dan di perbatasan antara Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Candi Prambanan atau Candi Loro Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Truimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwargha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa sansakerta yang bermakna 'Rumah Siwa'), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.

2.  Candi Kalasan atau Candi Tara
Candi Kalasan atau Candi Kalibening merupakan sebuah candi umat Budha terdapat di desa Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Candi ini memiliki 52 stupa dan berada di sisi jalan Yogyakarta - solo sekitar 2 km dari Candi Prambanan
Pada awalnya hanya candi Kalasan ini yang ditemukan pada kawasan situs ini, namun setelah digali lebih dalam maka ditemukan lebih banyak lagi bangunan bangunan pendukung di sekitar candi ini. Selain candi Kalasan dan bangunan - bangunan pendukung lainnya ada juga tiga buah candi kecil di luar bangunan candi utama, berbentuk stupa.

 

3.  Candi Miri
Candi Miri adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Banyunibo, Candi Kalasan, dan Candi Barong  yaitu di dusun Dawangsari, kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, tidak jauh dariBandara Adisucipto. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno.
Dalam reruntuhan candi yang belum sepenuhnya direnovasi ini, banyak terdapat tumpukan batu candi dan di antaranya dahulu ditemukan arca lembu Nandi, kendaraan dewa Siwa, berukuran 120 X 60 sentimeter dengan tinggi 60 sentimeter.

4.  Arca Bugisan atau Arca Proliman
Terletak di dusun bugisan, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan. sering disebut juga situs proliman. merupakan candi budha.

5.  Candi Sari
Candi Sari adalah candi Budha yang berada tidak jauh dari Candi Sambi sari, Candi Kalasan dan Candi Prambanan, yaitu di bagian sebelah timur laut dari kota Yogyakarta, dan tidak begitu jauh dari Bandara Adisucipto. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-8 dan ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno dengan bentuk yang sangat indah. Pada bagian atas candi ini terdapat 9 buah stupa seperti yang nampak pada stupa di Candi Borobudur, dan tersusun dalam 3 deretan sejajar. Candi Sari pada masa lampau merupakan suatu Vihara Buddha, dan dipakai sebagai tempat belajar dan berguru bagi para bhiksu.

6.  Candi Kedulan
Candi Kedulan adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi sambisari yaitu di Dusun Kedulan,Tirtomartani, Kalasan, Sleman, DIY. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-8 dan ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno. Seperti halnya dengan Candi sambisari, candi ini ditemukan terletak tiga sampai tujuh meter di bawah permukaan tanah, kemungkinan besar karena tertimbun lahar dari Gunung Merapi yang diduga kuat meletus secara besar-besaran pada awal abad ke-11 (kira-kira tahun 1006). Karena jenis tanah yang berada di sekitar candi terdiri dari 13 lapisan yang berbeda, maka kemungkinan besar bahwa candi ini tertimbun lahar dalam beberapa kali letusan (13 kali).
Jenis arsitektur dari candi ini terlihat mirip seperti gaya Candi Sambisari dan Candi Ijo.

7.  Candi Ratu Boko atau Situs Ratu Baka
Untuk situs candi di Yogyakarta termasuk yang paling besar. Situs Ratu Boko yang berada di atas bukit di selatan candi Prambanan.Situs Ratu Baka (Bahasa Jawa: Candhi Ratu Baka) adalah situs purbakala yang merupakan kompleks sejumlah sisa bangunan yang berada kira-kira 3 km di sebelah selatan dari komplek Candi Prambanan, Luas keseluruhan komplek adalah sekitar 25 ha. Situs ini menampilkan atribut sebagai tempat berkegiatan atau situs pemukiman, namun fungsi tepatnya belum diketahui dengan jelas. Ratu Boko diperkirakan sudah dipergunakan orang pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra ( Rakai Panagkaran ) dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Dilihat dari pola peletakan sisa-sisa bangunan, diduga kuat situs ini merupakan bekas keraton (istana raja). Pendapat ini berdasarkan pada kenyataan bahwa kompleks ini bukan candi atau bangunan dengan sifat religius, melainkan sebuah istana berbenteng dengan bukti adanya sisa dinding benteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan.

8.  Candi Ijo
Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi ratu Boko atau kita-kira 18 kilometer di sebelah timur kota Yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun antara kurun abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram. Candi Ijo terletak di Dukuh Groyokan, Desa Sambirojo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Candi ini berada lereng barat sebuah bukit yang masih merupakan bagian perbukitan Batur Agung, kira-kira sekitar 4 kilometer arah tenggara Candi Ratu Boko. Posisinya berada pada lereng bukit dengan ketinggian rata-rata 375 meter di atas permukaan laut. Candi ini dinamakan "Ijo" karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo. Kompleks percandian membuka ke arah barat dengan panorama indah, berupa persawahan dan bentang alam, seperti Bandara Adisucipto dan Pantai Parangtritis.

9.  Candi Barong
Candi Barong adalah candi Hindu yang terletak di tenggara Kompleks Ratu Boko, tepatnya di atas bukit di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman , DIY. Candi ini diperkirakan dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10, sebagai peninggalan Kerajaan Medang periode Mataram. Posisi candi berada di sisi tenggara kompleks Ratu Boko, agak di bawahnya namun masih dalam sistem perbukitan yang sama, perbukitan Batur Agung, pada ketinggian 199 m di atas permukaan laut. Di sisi barat daya, di bawah bukit, terletak Candi Banyunibo, suatu bangunan Buddhis. Pada posisi tenggara candi ini, berjarak sekitar 2 km, terletak Candi Ijo Selain itu, terdapat pula di sekitarnya situs-situs arca Ganesha, Candi Miri, Candi Dawangsari, dan Candi Sumberwatu.

10.Candi Dawangsari
Candi Dawangsari adalah candi Hindu - Budha yang berada di sebelah utara dari Candi Barong, yaitu di dusun Dawangsari, Sambirejo, Prambanan, Sleman, DIYMenurut perkiraan, candi ini dibangun pada abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Pada saat pertama kali ditemukan, reruntuhan candi ini mempunyai beberapa stupa yang merupakan pertanda Buddhisme dan patung Ganesha sebagai perlambang akan pemujaan terhadap agama Hindu.

11.Candi Banyunibo
Candi Banyunibo yang berada di pertengahan sawah di selatan Candi Prambanan, Desa Bokoharjo Kecamatan Sleman. Candi Banyunibo (yang berarti air jatuh-menetes dalam bahsa Jawa) adalah candi Budha yang berada tidak jauh dari Candi ratu Boko, yaitu di bagian sebelah timur dari Kota Yogyakarta ke arah Kota Wonosari. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Pada bagian atas candi ini terdapat sebuah stupa yang merupakan ciri khas agama Buddha.
Bangunan candi ini bernama Candi Banyunibo yang berada tidak jauh dari kompleks Ratu Boko, Candi Barong dan Candi Ijo. Bahkan di sekitar candi ini pun banyak dijumpai situs candi yang berserakan di beberapa dusun sekitarnya.

12.Candi Keblak
Candi Keblak adalah sebuah Candi Hindu yang terletak di Dusun Marangam, Kelurahan Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY.Saat ini, keadaan candi ini telah mengalami kerusakan yang cukup parah, benda-benda cagar budaya yang tampak di permukaan pada situs Candi Keblak hanyalah berupa fragmen-fragmen candi yang keletakannya terpisah-pisah.
Salah satu artefak yang masih kelihatan utuh adalah sebuah lapik. Lapik tersebut memiliki ukuran tinggi 85 cm, lebar bagian atas 118 Cm X 118 Cm sedang lebar bagian bawah adalah 120 Cm X 120 Cm. Pada permukaan lapik yang terbuat dari batu andesit ini terdapat hiasan berupa motif tanaman dan bunga yang distilir.

13.Situs Arca Gupolo
Terletak di dekat Candi Ijo dan Candi Barong, di wilayah kelurahan Sambirejo, kecamatan Prambanan, Yogyakarta.Situs Arca Gupolo adalah kumpulan dari 7 buah arca berciri agama Hindu. Gupolo adalah nama panggilan dari penduduk setempat terhadap patung Agastya yang ditemukan pada area situs. Biasanya, Gupala adalah sebutan untuk arca raksasa penjaga pintu. Walaupun bentuk arca Agastya setinggi dua meter ini sudah tidak begitu jelas, namun senjata trisula sebagai lambang dari dewa Siwa yang dipegangnya masih kelihatan jelas. Beberapa arca yang lain, kebanyakan adalah arca dewa Hindu dengan posisi duduk.
Di dekat arca Gupolo terdapat mata air jernih berupa sumur yang dipakai oleh penduduk setempat untuk mengambil air, dan meskipun di musim kemarau panjang sumur ini tidak pernah kering.

14.Situs Goa Sentono
Situs Gua Sentono (diduga merupakan tempat pertapaan Hindu, karena didinding gua terdapat gambar atau relief para  dewa agama hindu) yang berada tidak jauh dariCandi abang (kira-kira 100 m dibawah Candi Abang), yaitu di dusun Candi Abang, kelurahan Jogotirto, kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta. Gua ini dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.

15.Candi sambisari
Candi Sambisari adalah candi Hindu ( Siwa ) yang kira-kira 4 km sebelum kompleks Candi Prambanan. Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa pemerintahan raja Rakai Garung pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.
Pada tahun 2003 di lokasi penggalian tersebut ditemukan dua buah prasasti yang ditulis dalam aksara Pallawa dan bahasa sansakerta mengenai pembebasan pajak tanah di Desa Pananggaran dan Parhyangan untuk pembuatan bendungan dan irigasi serta pendirian bangunan suci bernama Tiwaharyyan pada zaman Kerajaan Mataram Kuno.

16.Candi Gebang
Candi Gebang adalah candi Hindu yang berada di dusun Gebang, Kelurahan Wedomartani Ngemplak Sleman, DIY. Candi ini diperkirakan dibangun pada sekitar abad ke-8 M pada saat Wangsa Sanjaya berkuasa pada zaman Kerajaan Mataram Kuno..
Candi ini mempunyai ukuran kira-kira 5,25 x 5,25 meter dengan tinggi 8 meter. Candi Gebang menghadap ke timur, mempunyai puncak berbentuk Lingga. Pada relung sebelah barat arca Ganesa, sementara di sisi pintu terdapat dua relung yang salah satunya berisi arca Nandiswara. Sebuah Yoni berada di ruang candi.

17.Candi Morangan
Candi Morangan adalah candi Hindu yang berada di dusun Morangan, kelurahan Sindumartani, Ngemplak Sleman DIY dan berada sangat dekat dengan Kali Gendol (100 meter sebelah barat) dan paling utara mendekati Gunung Merapi
Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 dan ke-10 pada masa Kerajaan Mataram Kuno yaitu sezaman dengan pembuatan candi-candi Hindu, seperti Candi Prambanan.Pada saat ditemukan pada tahun 1982, candi ini terpendam 6,5 meter di bawah tanah.

18.Candi Abang
Candi ini berada tidak jauh dari Candi Banyunibo dan Candi Barong, yaitu di Dusun Candiabang, Kelurahan Jogotirto, Berbah, Sleman, DIY.  Tempat candi ini berada juga berdekatan dengan Bandara Adisupto.

19.Candi Klodangan
Di kawasan Dusun Klodangan, Berbah, Sleman, terdapat suatu candi yang letaknya agak tersembunyi di persawahan penduduk. Candi Klodangan, namanya, adalah sebuah candi yang ditemukan tanggal 3 Juni tahun 1998, dan hingga kini tidak terlalu dikenal publik.
candi dibuat dengan batu putih dalam ukuran 7,5 x 7,5 meter. Candi ditemukan berada pada kedalaman 120 cm di bawah permukaan tanah. Diperkirakan, candi berasal dari abad IX-X masehi, yang ditinggalkan karena ada bencana erupsi Gunung Merapi.

20.Candi Kimpulan
Candi Kimpulan (juga dikenal sebagai candi Pustakasala) adalah sebuah peninggalan Purbakala di lokasi kampus Universitas Islam Indonesia (UII) di Dusun Kimpulan, Desa Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. DIY. Lokasi tersebut berada di Jalan Kaliurang Km. 14,5.

21.Candi Palgading
Sebuah situs candi kembalikan ditemukan di Dusun Palgading, Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Lokasinya, tak jauh dari situs Kimpulan Hindu di komplek Universitas Islam Indonesia. Candi yang ditemukan ini bercorak Budha.


22.Candi Watu Gudhig
Candi Watu Gudhig adalah nama sebuah candi yang berokasi di daerah piyungan yogyakarta. Dibangun pada sekitar abad ke-9, terletak sekitar 4 km sebelah barat daya Candi Prambanan. Tepatnya di pinggir sebelah timur sungai Opak atau sebelah barat jalan raya Prambanan dengan Piyungan (sebelah timur kota Yogyakarta). Nama Watu Gudhig adalah nama yang diberikan oleh penduduk setempat karena batu-batu candi (umpak batu) ditumbuhi lumut dan warnanya berbintik-bintik seperti penyakit kulit (gudhig). Masih belum diketahui pasti nama asli dari candi ini.
Situs ini memang belum seterkenal dengan candi- prambanan, ataupun candi-candi yang ada d Yogyakarta. Namun untuk menambah khasanah pengetahuan ataupun mengingat kehebatan nenek moyang kita, rasanya sayang jika candi ini terleatkan untuk dikunjungi.

 

Kabupaten Bantul

 

23.Kompleks Situs Mantup
Situs Mantup atau biasa juga disebut Candi Mantup yang berada di Dusun Mantup, Kelurahan Baturetno, Banguntapan, Bantul, . Situs Mantup berada di Jl.Yogyakarta-Wonosari km 7. Lokasi Situs Mantup berada di Dusun Mantup, Desa Baturetno, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Situs ini ditemukan oleh penduduk ketika mengadakan kegiatan penurunan permukaan tanah sawah untuk memudahkan pengairan.
Situs Mantup terdiri atas tiga buah bangunan candi berukuran kecil, berjajar dari utara ke selatan dengan arah hadap ke barat. Fungsi Candi Mantup adalah sebagai tempat untuk melangsungkan upacara pernikahan. Hal ini terlihat pada temuan arca-arca Kalyanasundaramurti yang menggambarkan laki-laki dan perempuan dalam posisi berdampingan dan bergandengan tangan yang diduga merupakan penggambaran Siwa dan Parwati. Temuan ini mengindikasikan bahwa candi Mantup mempunyai latar belakang Hindu, khususnya pemujaan Dewa Siwa.

24.Candi Gampingan
Candi Gampingan adalah sebuah kompleks candi Budha yang berada di dusun Gampingan, Kelurahan Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Menurut perkiraan, candi ini dibangun pada sekitar abad ke-8 dan ke-9 pada zaman Kerajaan Mataram Kuno. Pada saat ditemukan pada tahun 1995 oleh pembuat bata, candi ini terpendam tanah. Walaupun sampai sekarang belum sepenuhnya selesai dipugar, kompleks reruntuhan candi ini terlihat mempunyai tujuh buah bangunan candi yang tidak utuh, dengan bangunan utama berukuran kira-kira 5 m x 5 m dan tinggi 1,2 meter.

25.Situs Payak Bantul
Terletak di Desa Srimulyo, Piyungan Bantul DIY. Situs Payak merupakan situs arkeologi diduga dibangun pada kurun waktu abad ke 9  yang terletak di Pedukuhan Payak,
Situs ini oleh para ahli arkeologi dikatakan sebagai Pertitaan atau bangunan pemandian atau penempatan air suci pada masa lalu walaupun menurut ukuran pertitaan ini lebih besar dari bangunan candi yang terdapat tidak jauh dari lokasi seperti keberadaan Candi mantup (kurang lebih 2 km dari lokasi ini), namun tempat ini tidak disebut candi melainkan disebut sebagai situs.
Pada situs ini terdapat bangunan pertitaan yang berbentuk huruf 'U' menghadap ke arah Barat Daya berukuran 3 x 1 meter, bangunan ini memiliki cerukan di bagian dasarnya dengan dua lubang air tempat keluar masuknya air, dan pada bangunan ini terdapat relung yang digunakan sebagai tempat patung Siwa. Diperkirakan situs ini merupakan tempat pengambilan air suci pada upacara keagamaan Hindu.

26.Situs Mangir
Terletak di Desa Sendangsari , Kecamatan Pajangan, bantul DIY. Mangir pada hakikatnya adalah sebuah dusun, tepatnya berada di sebelah selatan Kota Yogyakarta (+ 20 km). Jarak Mangir dari Kotagede kurang lebih juga 20-an km. Mangir terbagi atas tiga wilayah yang lebih kecil, yakni Mangir Lor, Mangir Tengah, dan Mangir Kidul. Tiga nama Mangir ini masuk dalam wilayah Desa/Kalurahan Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Posisi wilayah Mangir agak masuk ke sisi sebelah barat daya Kabupaten Bantul dengan kondisi alam yang relatif subur di bagian tengah dan perbukitan kapur di sisi selatan. Mangir pada zamannya tidak pernah merasa perlu tunduk di bawah kekuasaan siapa pun (baik Pajang maupun Mataram). Wilayah ini pada zamannya barangkali tidak berbeda jauh dengan wilayah Mataram pada zaman Senapati. Barangkali pula Mangir masih meneruskan tradisi Majapahit, yakni sebagai sebuah wilayah perdikan sehingga secara tradisi pula Mangir bebas dari pajak dan berhak penuh mengelola dirinya sendiri. Bedanya, Mangir tidak pernah meluaskan wilayahnya seperti Mataram. Apabila Mataram biasa disebut sebagai sebuah kerajaan, maka pantas pulalah kalau Mangir pun pada zamannya disebut sebagai sebuah kerajaan.

 

Kabupaten Kulon Progo

 

27.Candi Pringtali
Terletak di desa Kebonharjo , Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo DIY.Candi ini berada di sebuah tempat yang cukup terpencil di sebuah desa di pegunungan menoreh, tepatnya di Dusun Pringtali, Desa Kebonharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo - Yogyakarta. Candi ini diperkirakan peninggalan Hindhu dengan ditemukan lingga dan bentuk candi yg berupa ratna.

 

Kabupaten Gunung Kidul

 

28.Candi Risan
Terletak di Desa Candirejo , Kecamatan SeminCandi Risan berada di dusun Candirejo, desa Risan, kecamatan semin Gunung kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Risan konon berarti irisan yakni daerah ini tepat di perbatasan dua wilayah kerajaan yakni Kerajaan Yogyakarta dan Surakarta.Situs Candi ini merupakan penemuan di Gunung Kidul yang terbesar dan terlengkap artefak batu-batunyaSejarah tentang candi ini belum secara pasti diketahui, hanya beberapa perkiraan saja candi ini merupakan candi Budha ditandai dengan adanya stupa dan usianya pun lebih tua dibandingkan dengan Candi Prambanan kurang lebih sudah ada sejak abad ke 3.

29.Situs Gembirowati
Terletak di Girijati, Panggang, Gunung Kidul Yogyakarta.Candi ini seolah melengkapi peninggalan sejarah batu bersusun yang ada di Yogyakarta. Namanya Candi Gembirowati, situs peninggalan peradaban Hindu yang kokoh berdiri di atas perbukitan kapur di sekitar Pantai Parangtritis di Dusun Watugajah, Desa Girijati, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul.
Keberadaan candi ini menurut sejarah lisan tak lepas dari sosok Dipokusumo, salah seorang pelarian dari Majapahit usai runtuh diserbu Demak. Ialah yang konon membangun candi tua ini sebagai sebuah padepokan untuk mengembangkan ilmu kanuragannya. Gembirowati sendiri bermakna 'kegembiraan yang baik'.
Konon pula Dipokusumo jugalah yang memberi nama pantai Parangtritis kala itu dimana wangsit tersebut diperolehnya saat sedang bertapa di Candi Gembirowati. Ketika itu Dipokusumo melihat air yang menetes (tumaritis) dari celah-celah batu karang (parang), dari peristiwa alam inilah lantas diberikanlah nama Parangtritis untuk pantai keramat tersebut yang artinya air yang menetes dari batu.

http://www.medang.org/candi/index.php/candi-kulon-progo/167-03-pringtali


http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_candi_di_Indonesia

http://krjogja.com/read/129263/candi-gembirowati-keindahan-tersembunyi-di-bukit-kapur.kr

http://www.tembi.org/situs-prev/mangir.htm

http://yogyakarta.panduanwisata.com/daerah-istimewa-yogyakarta/gunung-kidul/candi-risan-candi-yang-belum-terkuak-secara-utuh/